Bagian tersulit dari distribusi di Filipina adalah tidak ada dua distributor yang sama. Distributor di Cebu punya back office dan ERP sendiri. Distributor di Palawan menjalankan seluruh usahanya dari satu ponsel dan satu grup Viber. Sistem manajemen distribusi atau distribution management system (DMS) adalah software yang dipakai brand bersama semua distributor itu. Mereka memesan stok, membuat faktur untuk sari-sari store (warung kelontong khas Filipina), dan mengajukan klaim di dalamnya, sementara brand melihat stok, penjualan, dan piutang setiap distributor di satu tempat.

Software distribusi grosir atau DMS: mana yang Anda butuhkan?

Mulailah dari siapa pembelinya, karena ada dua produk berbeda dengan nama yang mirip. Pedagang grosir yang mengelola gudangnya sendiri butuh software distribusi grosir, biasanya berupa ERP. Brand yang menjual lewat banyak distributor butuh DMS.

Software distribusi grosirSistem manajemen distribusi (DMS)
Siapa pembelinyaPedagang grosir atau distributorBrand dengan banyak distributor
Yang dikelolaGudang, persediaan, pembelian, dan pembukuan satu perusahaanOrder, skema promo, klaim, dan secondary sales di semua distributor Anda
Pertanyaan yang dijawab“Barang apa yang saya punya, dan berapa utang saya?”“Produk apa yang laku, di wilayah mana, dan lewat distributor siapa?”

BeatRoute cocok untuk brand yang menjual lewat banyak distributor dan ingin melihat stok, penjualan, dan piutang mereka di satu tempat; distributor yang mencari software untuk gudangnya sendiri lebih cocok memakai aplikasi billing yang lebih ringan.

Jika Anda pihak brand, DMS terbaik adalah yang benar-benar dibuka setiap hari oleh distributor terkecil Anda. Sistem yang hanya dipakai distributor di Metro Manila membuat Anda buta terhadap pulau-pulau lain. Padahal di sanalah stok kosong dan sengketa klaim paling sulit terlihat dari kantor pusat.

Tantangan DMS di pasar Filipina

Barang di Filipina berpindah melintasi ribuan pulau, lewat rute laut dan darat yang panjang. Supermarket dan jaringan apotek menyerap sebagian volume Anda. Namun sebagian besar barang berakhir di sari-sari store, lapak pasar basah, dan toko kelontong kecil. Di titik itulah retur, barang kedaluwarsa, dan klaim barang rusak menumpuk.

Karena itu, DMS untuk pasar ini punya empat tugas. Order harus masuk dari setiap distributor sesuai cara kerja distributor itu. Secondary sales harus terlihat sampai level toko. Skema promo harus berlaku tanpa pengecekan manual. Klaim juga harus cair cukup cepat agar distributor percaya pada sistemnya. Panduan software manajemen distribusi kami membahas gambaran yang lebih luas, termasuk sales lapangan dan pemesanan oleh retailer.

Primary sales: dari brand ke distributor

Primary sales adalah barang yang dibeli distributor dari Anda. Di sistem manajemen distributor BeatRoute:

  • Order lewat aplikasi atau Viber. Distributor memesan sendiri saat stok mulai habis, tanpa menunggu telepon dari salesman Anda.
  • Skema dan target tampil saat memesan. Ketika membuat order, distributor melihat skema, target, dan insentif yang berlaku. Diskon bertingkat, Buy X Get Y, dan target kumulatif langsung diterapkan untuk mereka.
  • Rekap tagihan kapan saja. Distributor bisa mengecek berapa yang harus dibayar dan berapa yang menjadi haknya, di aplikasi atau lewat chat Viber. Telepon ke kantor pusat jadi lebih jarang, begitu pula sengketa pembayaran.

Secondary sales: dari distributor ke sari-sari store

Secondary sales adalah penjualan distributor ke retailer. Datanya biasanya tersimpan di faktur kertas dan spreadsheet, sehingga kantor pusat melihatnya terlambat atau tidak sama sekali. Di BeatRoute:

  • Faktur untuk setiap retailer. Distributor menagih retailer langsung di BeatRoute, atau di sistem billing mereka sendiri yang terhubung dengannya. Anda melihat sell-out toko demi toko.
  • Promo dagang menurut tipe toko. Setiap penawaran masuk ke faktur yang tepat berdasarkan kelas atau tipe retailer, sehingga sari-sari store yang berhak benar-benar menerimanya.
  • Satu alur untuk retur dan klaim. Barang kedaluwarsa, rusak, dan retur mengikuti alur kerja yang baku. Setiap klaim punya ID dan status yang bisa dilacak kedua pihak, jadi distributor dan tim Anda berpegang pada catatan yang sama saat ada perbedaan.
Layar Orders di BeatRoute DMS: distributor menyaring order retailer yang masuk menurut sumbernya, lalu meneruskan tiap order ke pengiriman

Satu DMS untuk tiga tipe distributor

Kebanyakan brand di Filipina bekerja dengan tiga jenis distributor, dan DMS harus cocok untuk ketiganya dalam satu platform. Distributor mau memakainya kalau sistem itu menguntungkan mereka, bukan karena kantor pusat mengirim surat edaran.

Distributor dengan back office

Distributor besar di kota pusat seperti Metro Manila dan Cebu bekerja di komputer desktop. Mereka mendapat DMS lengkap: skema, target, penyelesaian klaim dari satu catatan, dan laporan mereka sendiri.

Distributor yang sudah memakai ERP

Distributor multi-brand biasanya sudah punya sistem billing atau ERP sendiri dan tidak mau pindah. BeatRoute terhubung ke sistem yang sudah mereka pakai. Mereka tetap memakai sistemnya, dan Anda tetap mendapat data secondary sales yang bersih.

Distributor yang hanya memakai ponsel

Distributor kecil di provinsi seperti Palawan, Samar, dan Bukidnon sering menjalankan usahanya dari smartphone. Mereka memesan, mengecek skema, melacak klaim, dan menerima rekap tagihan lewat chat Viber, tanpa komputer sama sekali. Yang membuat mereka kembali membukanya setiap hari adalah rekap tagihan yang jelas dan klaim yang dibayar tepat waktu.

Cara menguji DMS sebelum tanda tangan kontrak

Demo dengan data contoh yang rapi tidak membuktikan banyak. Mintalah vendor menjalankan uji berikut dengan data Anda sendiri:

  • Pilih satu distributor dari setiap tipe. Sertakan distributor Anda yang paling terpencil. Jika distributor yang hanya memakai Viber tidak bisa memesan dan melihat rekap tagihannya, rollout akan macet di sana.
  • Jalankan satu skema sungguhan dari awal sampai akhir. Pasang salah satu skema dagang yang sedang berjalan, lalu pastikan skema itu masuk ke faktur retailer yang tepat tanpa ada yang membetulkannya secara manual.
  • Ajukan dan selesaikan satu klaim. Buat klaim barang rusak dari distributor di provinsi. Perhatikan berapa lama persetujuannya dan bukti apa yang diminta.
  • Minta laporan yang Anda pakai sekarang. Biarkan tim sales Anda menyusun sendiri laporan distributor mingguan mereka. Jika mereka harus minta tolong vendor atau tim IT, mereka akan kembali ke spreadsheet.

Laporan yang dipakai brand dan distributor

Bagi brand yang distribusinya menjangkau banyak pulau, dua laporan ini paling penting:

  • Fill rate per wilayah. Wilayah yang permintaan retailer-nya belum terpenuhi, misalnya pengiriman yang terlambat di Palawan atau stok berlebih di Metro Cebu.
  • Scorecard distributor. Posisi setiap distributor terhadap targetnya, sehingga tim Anda tahu siapa yang perlu ditelepon lebih dulu.

Dashboard lain bisa dibuat sendiri oleh tim brand per wilayah, tipe distributor, channel, atau kelas retailer dengan report builder tanpa kode. Distributor pun bisa membuat laporan untuk usahanya sendiri. Untuk melihat cara DMS bekerja bersama tim lapangan Anda, pelajari sales force automation BeatRoute, atau jadwalkan demo dengan daftar distributor Anda sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bagaimana jika distributor belum punya software penagihan sama sekali?

Distributor itu bisa langsung membuat faktur untuk retailer di BeatRoute. Distributor yang masih memakai kertas atau buku faktur sederhana pindah langsung ke DMS, dan Anda menerima data secondary sales mereka dengan cara yang sama seperti dari distributor lain.

Apakah sistem manajemen distribusi sama dengan software manajemen distribusi?

Ya, keduanya sama. Sistem manajemen distributor adalah istilah yang lebih sempit; panduan software manajemen distribusi kami menjelaskan bedanya.

Apakah ada dukungan lokal dan bahasa Tagalog di aplikasinya?

Ya. Aplikasi distributor dan aplikasi sales lapangan sama-sama tersedia dalam bahasa Tagalog. Onboarding, pelatihan, dan dukungan harian ditangani mitra BeatRoute di Filipina, Redstar Asia Solutions, di Metro Manila, pada jam kerja setempat lewat telepon, chat, dan email.

Berapa biaya BeatRoute?

BeatRoute adalah software berlangganan, dengan harga per pengguna dan modul pada kontrak tahunan, tanpa uji coba gratis.

Brand apa saja yang memakai BeatRoute di Filipina?

San Miguel, Unilab, dan Monde Nissin termasuk brand Filipina yang memakai BeatRoute. Hasil dari brand lain bisa Anda baca di studi kasus kami.