Software Beat Plan untuk Tim Sales Lapangan

Untuk brand ritel: tentukan warung, toko kelontong, dan outlet lain yang didatangi tiap sales setiap hari, lalu pantau frekuensi kunjungan ke tiap toko lewat aplikasi beat plan.

Perencanaan Beat

Perencanaan Beat

Scheduling AI Agent

Scheduling AI Agent

Optimasi Rute

Optimasi Rute

⊢Dipercaya oleh pemimpin kategori di seluruh dunia⊣

Perfetti
Valvoline
Godrej
Hero
Aava
Duroflex
Redington
JSW Paints
Shalina Healthcare
Perfetti
Valvoline
Godrej
Hero
Aava
Duroflex
Redington
JSW Paints
Shalina Healthcare

Apa itu software beat plan?

Software beat plan, disebut juga aplikasi perencanaan kunjungan sales, menentukan outlet mana yang dikunjungi setiap sales, seberapa sering, dan pada hari apa. Software ini lalu memantau frekuensi kunjungan dan mencocokkan setiap kunjungan ke toko dengan rencana.

Beat adalah sekumpulan outlet tetap yang dikunjungi satu sales pada hari tertentu. Beat plan, atau rencana beat sales, adalah siklus yang mengulang beat-beat itu tiap minggu atau bulan. Jadwal tetap beat milik seorang sales disebut permanent journey plan, atau PJP.

Jika sales hanya diberi target jumlah kunjungan, mereka mengejarnya lewat toko yang gampang dijangkau, sementara toko besar menunggu. Karena itu BeatRoute menentukan kunjungan tiap outlet menurut nilainya. Outlet besar yang sudah waktunya order didahulukan daripada warung kecil yang baru order kemarin. Yang perlu dipantau adalah berapa persen outlet tiap sales yang mendapat kunjungannya, bukan total kunjungan.

Tiga cara tim menjalankan perencanaan kunjungan sales, dan untuk siapa masing-masing cocok:

Beat tetap di spreadsheet

Outlet yang sama, hari yang sama, setiap minggu

Biayanya kecil di awal, tetapi tidak ada yang mencocokkannya dengan kunjungan yang benar-benar terjadi, dan isinya cepat basi saat outlet buka atau tutup.

Cukup untuk tim kecil yang outletnya sedikit.

Alat khusus rute

Urutan tercepat untuk kunjungan hari ini

Perencanaan rute memangkas waktu tempuh setelah Anda tahu ke mana harus pergi, tetapi tidak menentukan outlet mana yang penting atau seberapa sering.

Pas jika sales sudah punya daftar outlet yang tetap.

Beat plan berbasis nilai outlet

Outlet mana, seberapa sering, pada hari apa

Menentukan frekuensi kunjungan menurut nilai outlet, menyusun beat, dan menyesuaikannya saat outlet berubah. Inilah yang dilakukan BeatRoute.

Dibuat untuk brand ritel yang punya distributor dan tim lapangan besar.

Susun beat plan

Perencanaan kunjungan sales berawal dari daftar outlet: kelompokkan, tentukan seberapa sering tiap outlet didatangi, dan beri setiap sales rencana yang sanggup ia tuntaskan.

Klasifikasikan outlet menurut nilainya

Klasifikasikan outlet menurut nilainya

Kelompokkan outlet ke kelas A, B, dan C menurut penjualan dan potensi, sehingga supermarket besar mendapat lebih banyak kunjungan daripada warung kecil.

Tentukan frekuensi kunjungan tiap kelas

Tentukan frekuensi kunjungan tiap kelas

Outlet teratas dikunjungi mingguan, kelas menengah dua minggu sekali, dan sisanya bulanan. Rencana lalu tahu berapa kunjungan yang menjadi tanggungan tiap sales.

Susun beat yang pas untuk satu hari kerja

Susun beat yang pas untuk satu hari kerja

Kelompokkan outlet yang berdekatan menurut jarak dan lama kunjungan, karena beat yang tidak bisa diselesaikan sales dalam sehari terlalu panjang.

Bagikan beat sebagai permanent journey plan

Bagikan beat sebagai permanent journey plan

Beri setiap sales rencana mingguan atau bulanan yang adil, dengan ruang untuk kunjungan mendesak. Outlet yang belum punya beat terlihat sebagai celah cakupan.

Jalankan hari kerja di aplikasi beat plan

Sales lapangan membuka aplikasi, daftar kunjungannya sudah siap, lalu check-in begitu tiba di toko.

Mulai hari dengan daftar kunjungan yang siap

Mulai hari dengan daftar kunjungan yang siap

Setiap sales melihat beat hari ini secara berurutan, dengan tugas untuk tiap outlet: order, pembayaran, masalah, atau promosi baru.

Check-in dengan kunjungan bertanda geotag

Check-in dengan kunjungan bertanda geotag

Check-in mencatat di mana dan kapan sales berada. Kunjungan bisa diatur agar baru dihitung bila titiknya cocok dengan lokasi outlet yang tersimpan.

Geser kunjungan saat prioritas berubah

Geser kunjungan saat prioritas berubah

Saat order sebuah outlet turun atau pembayaran tersendat, Scheduling AI Agent menaikkan prioritas outlet itu di daftar hari tersebut. Dengan agent ini, kunjungan produktif naik dari 45% menjadi 78%.

Pangkas waktu tempuh dengan perencanaan rute

Pangkas waktu tempuh dengan perencanaan rute

Optimasi rute mengurutkan kunjungan hari itu supaya jarak berkendara paling pendek, sehingga waktu tempuh harian berkurang.

Cek rencana vs realisasi kunjungan

Lihat outlet mana yang sudah mendapat jatah kunjungannya, lalu benahi beat plan sebelum tutup bulan.

Pantau rencana vs realisasi kunjungan

Pantau rencana vs realisasi kunjungan

Lihat kunjungan yang terlaksana dibandingkan rencana, dan mana yang berujung order, per sales dan per beat, sehingga outlet yang terlewat terlihat pada minggu yang sama.

Jaga setiap kelas tetap pada frekuensi kunjungannya

Jaga setiap kelas tetap pada frekuensi kunjungannya

Pantau kepatuhan beat (disebut juga kepatuhan PJP), cakupan outlet teratas, dan outlet yang terlewat. Jika satu kelas tertinggal, outlet-outletnya dinaikkan ke urutan atas jadwal.

Susun ulang beat saat pasar berubah

Susun ulang beat saat pasar berubah

Seimbangkan kembali beat saat outlet baru buka dan sales berpindah tugas. Hitung berapa sales yang dibutuhkan satu wilayah dari jumlah outlet, frekuensi kunjungan, dan lama kunjungan.

Bagaimana Valvoline Cummins melihat setiap kunjungan outlet

Rajat Jain, AGM, IT Applications, Valvoline Cummins
Auto-Ancillary

Dengan BeatRoute, sales Valvoline Cummins naik dari menjangkau 25–30% pelanggan yang ditugaskan menjadi lebih dari 70%.

BeatRoute memberi kami visibilitas yang tepat tentang outlet mana yang dikunjungi, kapan, dan apa yang terjadi selama kunjungan tersebut. Platform ini menyelaraskan tim lapangan kami dengan filosofi manajemen senior, dengan dukungan help desk dan fleksibilitas yang luar biasa.
Rajat JainAGM, IT Applications, Valvoline CumminsLogo Valvoline Cummins

Lihat bagaimana software beat plan BeatRoute menyusun beat dan kunjungan untuk tim sales Anda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Aplikasi kunjungan sales apa yang bisa melacak frekuensi kunjungan ke toko?

Software beat plan, atau aplikasi sales force automation yang sudah memiliki perencanaan beat, bisa melakukannya. Di BeatRoute Anda menetapkan frekuensi kunjungan untuk tiap kelas outlet. Setiap check-in bergeotag dihitung terhadap frekuensi itu. Laporan menunjukkan outlet mana yang tertinggal dari rencana per sales dan per beat.

Berapa outlet yang sebaiknya ada dalam satu beat?

Sebanyak yang sanggup didatangi satu sales dengan baik dalam sehari. Jumlahkan lama tiap kunjungan dan waktu tempuh antartoko; toko besar yang ada order dan cek rak makan waktu lebih lama. Kalau totalnya melewati jam kerja sales, pecah beat itu. Area kota yang padat muat lebih banyak outlet daripada rute yang berjauhan, karena jarak dan macet menghabiskan hari. Panduan beat plan kami membahas cara menyusun beat plan langkah demi langkah.

Apa bedanya beat plan dengan optimasi rute?

Beat plan menentukan outlet mana yang dipegang tiap sales, seberapa sering, dan pada hari apa. Optimasi rute mengatur urutan kunjungan dalam satu hari. Perencanaan kunjungan sales butuh keduanya: beat plan menetapkan siklusnya, optimasi rute memangkas waktu tempuh harian.

Apa yang perlu dicari dalam software beat plan?

Cari kelas outlet yang masing-masing punya frekuensi kunjungan, serta beat yang disusun dari lokasi dan lama kunjungan. Anda butuh check-in bergeotag dan laporan rencana vs realisasi per sales, per beat, dan per kelas. Jadwal kunjungan harus pas dengan jam kerja tiap sales dan jam terima order sebuah toko. Software juga sebaiknya menaikkan outlet ke atas daftar hari itu saat order atau pembayarannya tersendat, seperti yang dilakukan Scheduling AI Agent. Aplikasi beat plan harus tetap jalan saat offline, karena banyak outlet berada di area yang sinyalnya lemah.