Apa itu planogram? Planogram adalah peta rak: gambar atau diagram yang menetapkan penempatan setiap produk di rak. Isinya: produk apa ditaruh di susun ke berapa, berapa facing-nya (jumlah muka produk yang menghadap pembeli), dan produk apa yang ada di sebelahnya. Bagi principal, planogram adalah bentuk tertulis dari ruang rak yang sudah dibeli atau dirundingkan dengan toko. Kalau rak di toko tidak sama dengan gambarnya, ruang yang Anda bayar tidak sampai ke pembeli.

Dalam bahasa sehari-hari, planogram artinya rencana letak produk di rak. Ritel modern memakai planogram untuk mengatur penempatan produk di satu kategori penuh, semua brand sekaligus, supaya pembeli mudah menemukan barang dan setiap meter rak menghasilkan penjualan. Bentuknya bisa gambar rak dari software penataan, bisa juga foto rak yang sudah ditata benar beserta catatannya.

Isi sebuah planogram

Planogram yang berguna menjawab empat hal. Keempatnya bisa diperiksa dari satu foto rak yang menampilkan kategori Anda secara penuh.

  • Posisi. Gondola mana, susun ke berapa, dan sebelah mana. Susun yang sejajar mata (eye level) paling mudah terlihat dan paling diperebutkan. Biasanya susun ini diisi varian yang paling laku atau yang sedang dipromosikan. Rak paling bawah cocok untuk kemasan besar dan multipack. End display di ujung gondola dihitung terpisah.
  • Facing. Jumlah kemasan yang berdiri berdampingan di baris paling depan untuk satu SKU. Stok di belakangnya tidak dihitung, karena pembeli tidak melihatnya.
  • Share of shelf. Porsi rak kategori yang ditempati brand Anda, dihitung dari jumlah facing atau lebar rak. Cara menghitungnya ada di tulisan kami tentang share of shelf.
  • Blok brand dan urutan. Produk Anda bisa dikumpulkan dalam satu blok vertikal, dari atas ke bawah, atau horizontal, sepanjang satu susun. Planogram juga mengatur urutan varian di dalam blok dan produk apa yang boleh ada di sebelahnya.

Principal juga bisa memasukkan label harga dan POSM, seperti shelf strip, wobbler, atau flag, terutama saat promo. Harga promo yang tidak terpasang di rak berarti promo yang tidak diketahui pembeli.

Jenis planogram dan fungsinya bagi principal

Dari sisi principal, ada dua jenis planogram yang perlu dibedakan. Planogram kategori disusun ritel untuk satu rak penuh, dengan semua brand di dalamnya. Planogram brand disusun principal untuk bloknya sendiri: SKU wajib, urutan varian, dan facing. Di dalam planogram kategori, ruang tiap brand bisa dibagi menurut pangsa penjualan, menurut margin bagi toko, atau menurut kontrak display. Dasar mana yang dipakai menentukan apa yang bisa Anda rundingkan.

Fungsi planogram bagi principal ada tiga. Pertama, semua orang yang menyentuh rak, dari karyawan toko sampai SPG, tahu seperti apa rak yang benar. Kedua, Anda punya dasar tertulis saat merundingkan posisi dengan toko. Ketiga, stok kosong jadi terlihat. Tanpa gambar acuan, celah di rak cepat ditutup produk lain, dan tidak ada yang tahu SKU Anda pernah ada di situ.

Contoh planogram dan cara membacanya

Tabel di bawah ini ilustrasi, bukan planogram jaringan ritel mana pun. Bayangkan sebuah brand biskuit dengan blok vertikal di rak minimarket empat susun.

Susun rakYang ditaruhFacing per SKU
Susun 1 (paling atas)Kemasan kaleng dan parsel1
Susun 2 (sejajar mata)Varian utama: original dan cokelat3
Susun 3Varian keju dan produk baru2
Susun 4 (paling bawah)Multipack dan kemasan hemat2

Cara membaca planogram di depan rak dimulai dari bloknya. Apakah blok brand Anda utuh dari atas ke bawah, atau terpotong produk lain? Lalu baca susun demi susun dari kiri ke kanan. Cocokkan setiap SKU dengan gambar, dan hitung facing di baris depan saja. Terakhir, lihat tetangga di kiri dan kanan blok, serta label harga di bawah setiap SKU.

Temuannya cukup dicatat dalam tiga jenis, karena tindak lanjutnya berbeda. SKU yang tidak ada di rak adalah urusan stok atau order. SKU yang salah tempat cukup dipindahkan saat itu juga. Facing yang kurang perlu dibicarakan dengan toko.

Siapa membuat planogram dan siapa menjalankannya

Jawabannya berbeda di modern trade dan general trade. Di jaringan minimarket dan supermarket, planogram kategori umumnya disusun kantor pusat ritel, lalu dikirim ke setiap toko. Jadi planogram Alfamart atau planogram Indomaret adalah milik jaringan masing-masing, dan posisi brand Anda di dalamnya diatur lewat kontrak dengan jaringan itu. Di toko general trade, tidak ada yang mengirim planogram ke pemilik toko. Standar Anda sendiri adalah satu-satunya planogram yang ada.

Modern tradeGeneral trade
Yang menyusun planogramKantor pusat ritel, untuk satu kategori penuhPrincipal, untuk brand-nya sendiri
Dasar posisi brandKontrak listing, sewa display, program promoHubungan dengan pemilik toko dan program display toko
Yang menata rakKaryawan toko, SPG, atau merchandiser principalSalesman, merchandiser, atau pemilik toko
Yang memeriksa untuk brandMerchandiser atau SPG principal, dengan fotoSalesman atau merchandiser principal, saat kunjungan

Rak yang tidak diperiksa memakan biaya yang jarang muncul di satu laporan. Sewa display tetap dibayar meskipun display-nya tidak terpasang. Produk baru yang sudah di-listing tidak pernah mendapat tempat di rak. Pandangan kami: menata rak bisa dibagi dengan toko, tetapi memeriksanya tetap pekerjaan principal, karena toko tidak punya alasan untuk melaporkan display berbayar yang tidak terpasang.

Satu acuan untuk setiap tipe outlet

Satu planogram untuk semua toko jarang berjalan. Rak warung tidak muat planogram minimarket. Supermarket punya ruang yang tidak dimiliki toko kelontong. Kalau semua toko dinilai dengan gambar yang sama, toko kecil akan selalu tampak tidak patuh, dan skornya tidak bisa dipakai untuk memutuskan apa pun. Sebaliknya, membuat planogram per toko tidak realistis untuk ribuan outlet.

Jalan tengahnya adalah satu acuan untuk setiap tipe dan kelas outlet. Audit ritel di BeatRoute bekerja dengan cara ini: gambar acuan dan panduan ditetapkan per tipe outlet, kelas, atau wilayah. Dengan begitu, setiap kunjungan dinilai dengan ukuran tokonya sendiri. Cara menyusunnya:

  1. Kelompokkan outlet Anda, misalnya minimarket, supermarket, grosir, toko kelontong, dan warung.
  2. Untuk setiap kelompok, tata satu rak yang benar, lalu potret sebagai gambar acuan.
  3. Tulis di bawahnya SKU wajib, jumlah facing, dan urutan varian.
  4. Uji di beberapa toko sebelum dipakai untuk semua, lalu bedakan per wilayah jika ragam produknya berbeda.

Acuan untuk warung bisa sesederhana daftar SKU wajib di rak depan dan satu shelf strip harga. Acuan untuk supermarket memuat blok, urutan varian, dan end display.

Cara principal memeriksa planogram di lapangan

Ada tiga cara, dari yang paling sederhana. Mulailah dari checklist dan foto rak, lalu tambahkan penilaian otomatis saat foto yang masuk terlalu banyak untuk dilihat satu per satu.

  • Checklist kunjungan. Salesman, SPG, atau merchandiser menjawab beberapa pertanyaan tetap: SKU wajib ada, facing sesuai, blok utuh, harga terpasang. Cepat diisi, tetapi hanya sejujur orang yang mengisinya.
  • Foto rak. Foto yang mencatat waktu, lokasi, dan nama outlet bisa dicek ulang oleh manajer atau KAM. Foto ini juga bisa ditunjukkan ke pihak ritel saat membahas kontrak display.
  • Penilaian foto dengan image recognition. Begitu foto masuk ribuan setiap minggu, tidak ada yang sanggup melihat semuanya. Di BeatRoute, VM Audit AI Agent menilai kepatuhan rak dan POSM terhadap gambar acuan yang Anda unggah dalam hitungan detik. Stok kosong dan masalah display diangkat menjadi tiket yang dilacak sampai selesai.
Formulir audit rak dengan AI di BeatRoute: unggah contoh foto rak sebagai gambar acuan, lalu pilih siapa yang boleh mengirim audit

Untuk urutan pemeriksaan di depan rak dan teknik menaikkan skor dari bulan ke bulan, baca cara memastikan kepatuhan planogram. Untuk melihat bagaimana rak dinilai di aplikasi, lihat software audit ritel BeatRoute.

Cara paling murah untuk mulai: pilih satu kategori dan satu tipe outlet, tetapkan acuannya, lalu minta foto rak di setiap kunjungan selama sebulan. Hasilnya cukup untuk melihat SKU dan toko mana yang paling sering menyimpang. Kalau ingin melihat penilaiannya di BeatRoute, minta demo dan bawa foto rak dari satu tipe outlet.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda planogram dan visual merchandising?

Visual merchandising mencakup seluruh cara produk ditampilkan di toko untuk menarik perhatian pembeli: display tambahan, POSM, materi promo, dan suasana area penjualan. Planogram adalah bagian yang mengatur rak: SKU apa, di posisi mana, dan berapa facing. Lebih lanjut ada di panduan kami tentang visual merchandising.

Software apa yang dipakai untuk membuat planogram?

Ritel besar umumnya memakai software penataan ruang yang menggambar rak dalam 2D atau 3D, lengkap dengan ukuran setiap kemasan. Hasilnya berupa gambar rak per kategori. Saat merundingkan posisi, mintalah gambar itu untuk kategori Anda, supaya tim lapangan memeriksa rak dengan acuan yang sama dengan toko.

Seberapa sering planogram perlu diperbarui?

Setiap kali ada produk baru, perubahan kemasan, promo besar, atau kontrak display baru. Di luar itu, perbarui saat data penjualan menunjukkan SKU di posisi terbaik tidak bergerak, karena posisi itu lebih berguna untuk varian lain.