Aplikasi order booking FMCG adalah aplikasi di ponsel yang dipakai salesman brand atau salesman distributor untuk mengambil pesanan toko saat kunjungan. Aplikasi ini menggantikan nota atau buku order dan pesan WhatsApp ke admin distributor. Di layar, salesman melihat harga, skema promo, dan limit kredit outlet itu, mendapat saran barang yang perlu dipesan, lalu mengirim sales order ke distributor, meski sinyal sedang hilang. Banyak tim di Indonesia menyebutnya aplikasi taking order atau aplikasi sales order.
Di BeatRoute, software order booking ada di dalam aplikasi sales lapangan. Platform yang sama juga membuat toko dan distributor bisa memesan sendiri di antara kunjungan. Jadwalkan demo dan lihat satu pesanan berjalan dari outlet sampai ke distributor.
Cara salesman mencatat pesanan di toko
Aplikasi yang baik cukup beberapa ketukan untuk mencatat pesanan, lalu meneruskannya tanpa perlu diketik ulang oleh siapa pun. Begini alur satu kunjungan di BeatRoute:
- Salesman membuka data outlet, lengkap dengan riwayat order dan tagihan yang belum lunas.
- Order AI Agent mengusulkan isi pesanan untuk outlet itu. SKU must-sell dan produk baru diberi tanda.
- Salesman menambah atau mengganti item dalam karton atau pcs, dengan harga khusus outlet tersebut.
- Skema dan diskon langsung dihitung di pesanan. Salesman dan pemilik toko sama-sama melihat nilai bersihnya sebelum pesanan dikirim.
- Sebelum dikirim, aplikasi menahan item di bawah minimum order, juga pesanan yang membuat outlet melewati limit kreditnya.
- Salesman mengirim pesanan, dan semua pihak bisa memantaunya sampai barang dikirim dan diterima.

Contohnya toko kelontong yang dikunjungi salesman setiap minggu. Pemiliknya menukar satu item dengan kemasan must-sell bulan ini. Skema langsung dihitung ulang, dan keduanya melihat nilai bersih yang baru sebelum pesanan masuk. Dengan nota kertas, salesman menghitungnya sendiri di depan etalase, lalu admin di distributor menghitungnya sekali lagi.
Setelah pesanan dikirim: apakah distributor masih mengetik ulang?
Ada satu ukuran yang kami pakai untuk menilai aplikasi order booking mana pun: hitung berapa pesanan yang masih harus diketik ulang atau dikoreksi oleh distributor. Saat order datang lewat nota, telepon, atau WhatsApp, admin depo memindahkannya satu per satu ke sistem billing. Di situlah salah dan telat bermula. Isi kemasan salah dibaca, skema terlewat, atau pesanan menunggu sampai admin sempat. Aplikasi yang cepat di toko tetapi tetap butuh input ulang di distributor hanya memindahkan masalahnya.

Di BeatRoute, pesanan langsung sampai ke distributor yang melayani outlet itu, lengkap dengan harga dan skema yang sudah disetujui toko. Distributor yang memakai sistem manajemen distributor (DMS) BeatRoute membuat faktur dari data yang sama. Bila brand memakai ERP atau DMS sendiri, master produk, harga, dan pelanggan tersinkron dengannya. Faktur, status pengiriman, dan pembayaran lalu kembali ke aplikasi salesman. Untuk sisi distributor dari pesanan yang sama, baca manajemen pesanan distributor.
Pertanyaan untuk demo aplikasi order booking FMCG
Bawa pertanyaan berikut saat Anda melihat demo. Kolom kanan menunjukkan jawaban BeatRoute untuk tiap pertanyaan.
| Yang dinilai | Tanyakan ke vendor | Di BeatRoute |
|---|---|---|
| Harga per outlet | Bisakah tiap outlet punya harga sendiri menurut channel atau wilayah? | Daftar harga per pelanggan, channel, atau wilayah |
| Skema promo | Apakah skema masuk ke tagihan tanpa dihitung manual oleh salesman? | Otomatis berlaku saat pesanan diinput |
| Usulan pesanan | Apakah aplikasi mengusulkan barang yang sebaiknya dibeli tiap outlet? | Order AI Agent menyusun usulan dari riwayat order dan profil outlet |
| SKU must-sell | Apakah SKU must-sell dan SKU fokus ditandai di setiap pesanan? | Pengingat must-sell, dengan alert bila terlewat |
| Limit kredit dan aturan order | Apakah limit kredit, minimum order, dan satuan dicek sebelum pesanan dikirim? | Dicek saat pesanan dibuat |
| Penagihan dan retur | Bisakah salesman menagih dan mencatat retur dalam kunjungan yang sama? | Pembayaran, piutang, dan retur dengan kode alasan |

Taking order, kanvas, dan dua jalur lain
Salesman di toko bukan satu-satunya sumber pesanan. Banyak brand menjalankan lebih dari satu jalur sekaligus:

- Taking order berarti salesman mencatat pesanan hari ini, lalu distributor mengirim barangnya kemudian.
- Kanvas berarti salesman menjual dari stok di mobil, membuat faktur, dan menerima pembayaran di tempat. Lihat software van sales.
- Order mandiri dilakukan toko dan distributor sendiri lewat ponsel atau WhatsApp di B2B Customer App. Distributor juga bisa mengirim primary order ke brand dengan cara ini.
- Tele-order dijalankan TeleOrder AI Agent, yang menelepon outlet yang tidak sempat dikunjungi dan mencatat pesanannya.
Keempat jalur ini berjalan di satu platform BeatRoute dengan harga, skema, dan aturan yang sama. Jadi bentuk pesanannya tetap sama, dari jalur mana pun ia masuk.
Hasil di pelanggan BeatRoute Indonesia
Perfetti Van Melle Indonesia meningkatkan cakupan outlet 3x dengan SFA dan route optimization BeatRoute. Baca studi kasus Perfetti Van Melle Indonesia.
PT Combiphar memindahkan tim salesnya ke SFA BeatRoute dan go live hanya dalam dua bulan. Baca studi kasus PT Combiphar.
Cara menguji aplikasi taking order lewat pilot
Sebelum rollout penuh, jalankan pilot dengan beberapa distributor dan salesman yang melayani outlet mereka. Dalam pilot BeatRoute:
- Anda memilih beberapa distributor beserta outlet yang mereka layani.
- Daftar produk, daftar harga, skema, dan limit kredit mereka disiapkan di BeatRoute.
- Salesman mencatat pesanan outlet-outlet itu lewat aplikasi.
- Anda memantau nilai order, jumlah item per order, dan kepatuhan must-sell outlet tersebut di KPI scorecard.
- Anda menghitung berapa pesanan yang masih harus diketik ulang atau dikoreksi distributor. Pilot lulus bila angkanya hampir nol.
Bila pilot lulus, rollout ke wilayah lain memakai pengaturan yang sama. Sebagian besar tim go live di BeatRoute SFA dalam 21 hari.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah aplikasi order booking bisa dipakai tanpa sinyal?
Bisa. Salesman tetap bisa membuat, mengubah, dan mengirim pesanan saat sinyal lemah atau hilang sama sekali. Begitu jaringan kembali, pesanan tersinkron ke distributor dan ke sistem pusat Anda. Jadi area tanpa sinyal di rute kunjungan tidak berarti pesanan hilang.
Apa bedanya aplikasi order booking dengan aplikasi sales lapangan?
Aplikasi order booking adalah bagian dari aplikasi sales lapangan yang dipakai salesman di depan toko. Aplikasi sales lapangan yang lebih luas juga mengatur rencana kunjungan harian, mencatat check-in, dan memeriksa rak. Di BeatRoute, semuanya memakai satu data outlet yang sama.
Apakah BeatRoute bisa dipakai dalam bahasa dan negara kami?
Bisa. BeatRoute dipakai di 20+ negara dan bisa disiapkan dalam berbagai bahasa. Setiap pasar mendapat aturan bisnis dan model distribusinya sendiri, sehingga cara distributor dan salesman Anda bekerja tetap terbawa ke aplikasi.
Apakah ada aplikasi order booking gratis untuk salesman?
Tidak dari BeatRoute. BeatRoute adalah software berlangganan, dengan harga per pengguna dan modul pada kontrak tahunan, tanpa uji coba gratis. BeatRoute cocok untuk brand yang salesmannya melayani banyak toko lewat distributor dan ingin manajemen distributor di platform yang sama. Distributor dengan beberapa salesman dan satu daftar harga mungkin sudah cukup dengan aplikasi gratis yang lebih sederhana.



